A.
Latar Belakang
Dalam kegiatan pembelajaran media mempunyai
peran penting di dalamnya. Berbagai macam media pembelajaran saat ini tersedia
dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Peranan media dalam
proses pembelajaran diantaranya adalah media pembelajaran harus mampu menjadi
alat perantara atau penyalur materi yang baik agar siswa atau peserta didik
mampu menerima dan memahami materi pembelajaran yang dipelajari menggunakan
media pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, kesesuaian antara media
pembelajaran yang dipilih dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan
dapat menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pembelajaran yang dilakukan.
Pemilihan media pembelajaran tentu tidak boleh
sembarangan dalam menentukan, akan sangat baik jika mengikuti prinsip-prinsip
tertentu dalam pemilihan media pembelajaran. Karena bila pendidik membuat media
yang sembarangan khawatir kegiatan belajar mengajar tersebut tidak berlangsung
dengan baik dan materipun tidak tersampaikan sepenuhnya kepada peserta didik.
Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang
guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau
dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, berikut ini akan
dibahas tentang prinsip penggunaan media pembelajaran, baik itu secara umum
maupun psikologis. Agar pendidik mengetahui dan dapat menentukan media yang
tepat untuk membantu menunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar di kelas.
B.
Prinsip-prinsip Penggunaan Media Pembelajaran
Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari
komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai
kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan
multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan
interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video
(Suyanto, 2003: 5).
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan
media pada setiap kegiatan
belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah
siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus
dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering
media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh
karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru
persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka
transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media
pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada
transparan hingga menyerupai Koran (Arisandi, 2011).
Ada 9 (Sembilan) prinsip media
pembelajaran antara lain, yaitu :
1. Tidak ada suatu media yang
terbaik untuk mencapai semua tujuan pembelajaran.
2. Penggunaan
media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan
demikian pemanfaatan media pembelajaran harus menjadi bagian integral dari
penyajian pelajaran.
3. Penggunaan
media pembelajaran harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan
karakteristik materi pelajaran yang disajikan.
4. Penggunaan
media pembelajaran harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan
dilaksanakan seperti belajar klasikal, kelompok kecil, belajar secara
individual, dan belajar mandiri.
5. Guru
hendaknya kenal betul dengan alat yang akan digunakan. Penggunaan media harus
disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan dipakai,
mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
6. Penggunaan
media harus diusahakan agar senantiasa melibatkan partisipasi aktif peserta.
7.
Media yang digunakan hendaknya dipilih secara objektif, tidak didasarkan atas
kesenangan pribadi.
8. Aneka ragam media
9. Kepraktisan dan
ketersediaan media.
Ketika suatu media akan dipilih dan dipergunakan, saat
itulah beberapa prinsip perlu pendidik perhatikan dan dipertimbangkan dengan
baik dan tepat. Keberhasilan penggunaan media
pembelajaran tergantung dari beberapa faktor, seperti proses kognitif dan
motivasi belajar siswa. Oleh karena itu para ahli mengajukan prinsip-prinsip
kelayakan media pembelajaran sehingga menghasilkan media pembelajaran yang
efektif. Drs. Sudirman N. (1991) mengemukakan beberapa prinsip pemilihan
media pengajaran yang dibaginya ke dalam tiga kategori, sebagai berikut:
1. Tujuan Pemilihan
Memilih media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud
dan tujuan pemilihan yang jelas. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran
(siswa belajar), untuk informasi yang bersifat umum, maupun untuk sekedar
hiburan saja mengisi waktu kosong? Lebih spesifik lagi, apakah untuk pengajaran
kelompok atau individual, apakah untuk sasaran tertentu seperti anak TK, SD,
SMP, SMU, tuna rungu, tuna netra, masyarakat pedesaan, ataukah masyarakat
perkotaan. Tujuan pemilihan ini berkaitan dengan kemampuan berbagai media.
2. Karakteristik Media Pengajaran
Setiap media mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat
dari segi keampuhannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaanya. Memahami
karakteristik berbagai media pengajaran merupakan kemampuan dasar yang harus
dimiliki guru dalam kaitannya dengan keterampilan pemilihan media pengajaran.
Di samping itu, memberikan kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai
jenis media pengajaran secara bervariasi. Sedangkan apabila kurang memahami
karakteristik media tersebut, guru akan dihadapkan kepada kesulitan dan
cenderung bersikap spekulatif.
3. Alternatif Pilihan
Memilih pada hakikatnya adalah proses membuat keputusan dari
berbagai alternatif pilihan. Guru bisa menentukan pilihan media mana yang akan
digunakan apabila terdapat beberapa media yang dapat diperbandingkan. Sedangkan
apabila media pengajaran itu hanya ada satu, maka guru tidak bisa memilih,
tetapi menggunakan apa adanya.
Dalam menggunakan media hendaknya guru memperhatikan
sejumlah prinsip tertentu agar penggunaan media tersebut dapat mencapai hasil
yang baik. Prinsip-prinsip itu menurut Dr. Nana Sudjana (1991: 104) adalah:
1. Menentukan jenis media dengan tepat;
artinya, sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai
dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan diajarkan.
2. Menetapkan dan memperhitungkan
subjek dengan tepat; artinya, perlu diperhitungkan apakah penggunaan media itu
sesuai dengan tingkat kematangan/kemampuan anak didik.
3. Menyajikan media dengan tepat;
artinya, teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran haruslah
disesuaikan dengan tujuan, bahan metode, waktu dan sarana yang ada.
4. Menempatkan atau memperlihatkan
media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. Artinya, kapan dan dalam
situasi mana pada waktu mengajar media digunakan. Tentu tidak setiap saat atau
selama proses belajar mengajar terus-menerus memperlihatkan atau menjelaskan
sesuatu dengan media pengajaran.
Keempat prinsip ini hendaknya diperhatikan oleh guru pada
waktu ia menggunakan media pengajaran. Sedangkan
Ibrahim (1991: 24) menyatakan beberapa pedoman yang dapat digunakan untuk
memilih media pembelajaran, antara lain:
1.
Sebelum memilih media
pembelajaran, guru harus menyadari bahwa tidak ada satupun media yang paling
baik untuk mencapai semua tujuan. masing-masing media mempunyai kelebihan dan
kelemahan. penggunaan berbagai macam media pembelaiaran yang disusun secara serasi
dalam proses belajar mengajar akan mengefektifkan pencapaian tujuan
pembelajaran.
2.
Pemilihan media
hendaknya dilakukan secara objektif, artinya benar-benar digunakan dengan dasar
pertimbangan efektivitas belajar siswa, bukan karena kesenangan guru atau
sekedar sebagai selingan.
3.
Pemilihan media
hendaknya memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:
C. Prinsip-Prinsip Multimedia untuk Pembelajaran
Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak
didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan
makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam
sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia
pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran.
12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu
:
1) Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar
dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti
wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik,
audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang
harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
2) Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata
dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan
berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang
laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks
tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan
menjadi sesuatu yang terpisah.
3)
Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata
dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan
bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan
atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara
bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan
terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4) Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih baik ketika
kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan
tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media
mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik
tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer,
hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan
apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5) Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi
dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi,
lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah
pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6) Prinsip Redudansi
Orang belajar lebih baik dari animasi
dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar
(redundan).
Sama dengan prinsip di atas. Jangan
redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah
tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7) Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks
atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang
lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak
daripada bahasa teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang
komunikatif dan sedikit ber-style.
8) Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia
dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif:
simulasi, game,
branching). Sebenarnya,
orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam
kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu,
multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan
penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif
(dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi,
branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif,
dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9) Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
Orang belajar lebih baik ketika
kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa
yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk
menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest).
Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai
isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10) Prinsip Perbedaan Individu
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas
visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan
narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas
auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks,
visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas
kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11) Prinsip
Praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan
masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam
tentang materi yang sedang dipelajari.
12) Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio
meningkatkan belajar. Siswa
belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada
layar.
D.
Prinsip
Pengembangan Multimedia Pembelajaran
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan
media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat
pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan
balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan
motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh
terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup
kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi
merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi
tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta
didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran
dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap
materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi
pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat
dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan
terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka
perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus
diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
Proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi
interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta
didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi
pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu
menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif (interaktif) dalam proses
belajar
Umpan balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat
menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya.
Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap
kemajuan belajar peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
E.
Prinsip
Psikologis dalam Pemilihan dan Penggunaan Media Pembelajaran
Pemilihan media pembelajaran tentu tidak boleh
sembarangan dalam menentukan, akan sangat baik jika mengikuti prinsip-prinsip
tertentu dalam pemilihan media pembelajaran. Dalam penggunaan media
pembelajaran juga perlu mendapat perhatian khusus terutama bagaimana penggunaan
media serta hal-hal yang mempengaruhi. Faktor pada siswa atau peserta didik
juga perlu diperhatikan agar media pembelajaran dapat digunakan secara baik dan
benar dan mampu mendukung pencapaian tujuan pembelajaran dengan baik, bahkan
diharapkan media pembelajaran mampu mengambil peranan penting dalam proses
pembelajaran.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa
pemilihan dan penggunaan media pembelajaran tidak boleh dilakukan secara
sembarangan dan harus mengikuti prinsip-prinsip tertentu. Arsyad
(2013: 71) mengemukakan dari segi teori belajar, terdapat beberapa prinsip
psikologis yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan penggunaan media pembelajaran.
Prinsip-prinsip psikologis dalam pemilihan dan penggunaan media pembelajaran
tersebut adalah:
1.
Motivasi
Media pembelajaran yang dipilih dan digunakan
hendaknya mampu menumbuhkan motivasi atau minat dan keinginan belajar peserta
didik. Proses pembelajaran yang dialami siswa akan sangat baik jika memberikan
kesan dan pengalaman yang bermakna sehingga siswa mudah untuk mengingat dan
memahami materi pembelajaran yang diterima.
2.
Perbedaan
Individual
Siswa merupakan sebuah kelompok belajar yang
heterogen. Ini berarti bahwa siswa satu dengan siswa lain memiliki latar
belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Faktor intelegensi, tingkat
pendidikan, kepribadian, gaya belajar, serta faktor lain mempengaruhi bagaimana
masing-masing siswa menerima pelajaran atau materi. Media pembelajaran harus
mampu menyelaraskan kemampuan masing-masing siswa agar mampu menerima inti
materi pembelajaran.
3.
Tujuan
Pembelajaran
Tujuan pembelajaran sangat mempengaruhi media
pembelajaran yang dipilih. Kesesuaian antara tujuan pembelajaran dan media yang
dipilih mampu mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran. Siswa juga harus mengetahui
tujuan pembelajaran sehingga mampu memanfaatkan media pembelajaran yang dipilih
dengan baik dan benar.
4.
Organisasi
Isi
Pembelajaran akan dapat dilakukan dengan benar
jika isi dan segala sesuatu yang mendukung pembelajaran diatur atau diorganisasikan
menurut urutan yang baik. Mendahulukan mana yang perlu diprioritaskan serta
memisahkan berdasarkan tingkat kesulitannya.
5.
Persiapan
Sebelum Belajar
Persiapan juga memegang peranan penting dalam
proses pembelajaran. Persiapan yang baik tentu lebih memudahkan proses
pembelajaran dilakukan. Penggunaan media pembelajaran tertentu juga terkadang
memerlukan persiapan khusus agar mampu memahami dan menggunakan dengan baik.
Namun bukan berarti dengan persiapan yang baik lalu pembelajaran akan berjalan
lancar begitu saja, proses pembelajaran tetap harus juga diperhatikan dan
diawasi dengan seksama.
6.
Emosi
Media pembelajaran merupakan alat atau cara yang
tepat untuk menghasilkan respon emosional seperti faktor takut, cemas, empati,
cinta kasih, dan kesenangan. Perhatian perlu ditujukan pada elemen rancangan
media agar hasil maupun mempengaruhi bukan hanya pengetahuan, namun juga sikap
peserta didik.
7.
Partisipasi
Pembelajaran dapat berlangsung dengan baik jika
terjadi komunikasi secara 2 arah. Partisipasi aktif dari siswa tentu
menunjukkan bagaimana penerimaan materi oleh siswa. Interaksi baik dengan guru
maupun media pembelajaran sangat baik dibandingkan siswa hanya diam menerima
informasi yang diberikan saja.
8.
Umpan
Balik
Hasil belajar mampu ditingkatkan apabila secara
berkala siswa menerima informasi mengenai kemajuan belajarnya. Umpan balik
hasil atau kemampuan belajar ini sangat mempengaruhi aspek motivasi dan
keinginan belajar siswa yang berkelanjutan.
9.
Penguatan
Penguatan atau reinforcement sangat
bermanfaat untuk keberlangsungan dan keberlanjutan belajar siswa. Siswa
mendapatkan dorongan sehingga mampu secara positif mempengaruhi perilaku.
10. Latihan
dan Pengulangan
Informasi atau materi akan dapat diterima secara
keseluruhan oleh peserta didik jika dilakukan pengujian dan pengulangan.
Latihan dan pengulangan sangat berguna agar siswa mampu lebih menguasai materi
dan materi tersebut dapat dipahami siswa bukan hanya pada saat dipelajari saja,
namun juga untuk jangka panjang.
11. Penerapan
Media pembelajaran mampu membantu siswa untuk
memahami konsep materi pembelajaran. Namun bukan sebatas memahami saja, siswa
juga harus mampu menerapkan materi-materi yang dipelajari dalam berbagai kasus
terutama keseharian. Media pembelajaran juga mampu membantu peserta didik untuk
melakukan analisis terhadap sesuatu hal yang dapat mempengaruhi tingkat dan
kemampuan berpikir peserta didik.
Prinsip psikologis ini
merupakan aspek-aspek yang banyak berpusat pada siswa. Pemilihan dan penggunaan
media pembelajaran sangat perlu memperhatikan prinsip-prinsip psikologis ini
sehingga mampu memberikan pengaruh bukan hanya dalam pembelajaran namun juga
pada siswa. Siswa atau peserta didik tentu akan mudah mengikuti pembelajaran
jika media pembelajaran yang dipilih tepat digunakan dan mampu mempengaruhi
siswa secara positif pada berbagai aspek.
selamat malam saya igin bertanya, apa prinsip dasar dalam multimedia pembelajaran yang paling utama untuk diikuti?
BalasHapusterimakasih
menurut saya prinsip dasar dalam multimedia pembelajaran yang paling utama untuk diikuti adalah: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik.
HapusPrinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
Proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif (interaktif) dalam proses belajar
Umpan balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
assalamualaikum :)
BalasHapushai novaa,,
disini saya ingin bertanya pada prinsip dasar dalam multimedia pembelajaran itu kan ada 9 prinsip , bagaimana jika salah satu prinsip yang ada tidak dilaksanakan ? apakah akan mempengaruhi proses jalannya suatu pembelajaran yang tengah dilakukan ?
terimakasih :)
waalaikumslam ayu, menurut saya Prinsip-prinsip psikologis dalam pemilihan dan penggunaan media pembelajaran jika salah satu tidak dilaksanakan tidak terlalu memberikan efak atau dampak yang besar, karena diantara 9 prinsip tersebut ada beberapa prinsip yang penting yaitu: motivasi, partisipasi, umpan balik, latihan dan prngulangan, dan persiapan sebelum belajar.
HapusBaiklah saya ingin menambahkan sedikit materi diatas. Ada beberapa yang harus dipertimbangkan oleh pengajar dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
BalasHapus(1) Tidak ada satu media yang paling unggul untuk semua tujuan. Satu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk yang lain.
(2) Media adalah bagian intregal dari proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar pengajar saja., tetapi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen yang lain dalam perancangan instruksional. Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap dapat berlangsung, tetapi tanpa media pembelajaran itu tidak akan terjadi.
(3) Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar siswa. Kemudahan belajar siswa haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
(4) Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.
(5) Pemilihan media hendaknya obyektif (didasarkan pada tujuan pembelajaran), tidak didasarkan pada kesenangan pribadi.
(6) Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan siswa. Penggunaan multimedia tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus,
tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
(7) Kebaikan dan keburukan media tidak tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya. Media yang kongkrit wujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrak dapat pula memberikan pengertian yang tepat.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapusassalamu'alaikum wr.wb saya ingin menambahkan materi tentang postingan blog anda di atas.
BalasHapus1). Prinsip koherensi atau keterpaduan (coherence)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik jika materi yang tidak perlu (tidak ada hubungannya) tidak diikutkan. Bahkan menambahkan gambar dan kata yang menarik tetapi tidak relevan justru menimbulkan efek negatif terhadap pemahaman atas apa yang dijelaskan dalam pelajaran.
2). Prinsip sinyalisasi (signaling)
Prinsip ini menyebutkan bahwa orang belajar lebih baik jika lambang/tanda yang menyorot susunan materi esensial ditambahkan. Sinyalisasi mengurangi proses berlebihan (extraneous) dengan mengarahkan perhatian siswa kepada elemen-elemen kunci dalam pelajaran serta memandu menghubungkan antara elemen-elemen kunci tersebut.
3). Prinsip redundansi (redundancy)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik dari gambar dan narasi ketimbang dari gambar, narasi, serta teks tercetak. Orang memiliki daya transfer problem-solving yang kurang baik ketika mereka belajar dengan animasi, narasi, dan teks dibandingkan jika mereka belajar dengan animasi dan narasi saja. Alasannya adalah teks pada layar yang isinya sama dengan narasi cenderung mengurangi daya pemahaman siswa.
4). Prinsip kedekatan spasial (spatial contiguity)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang dapat belajar lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang berhubungan disajikan berdekatan ketimbang berjauhan satu sama lain. Jika kata dan gambar yang berhubungan disajikan berdekatan, siswa tidak perlu menggunakan daya kognitifnya untuk mencari fokus pelajaran secara visual pada layar. Dengan demikian, sangat mungkin bagi siswa untuk dapat merangkai keduanya dalam memorinya pada satu waktu yang sama.
5). Prinsip kedekatan temporal (temporal contiguity)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar yang berkaitan disajikan secara bersamaan ketimbang disajikan berturut-turut. Ketika bagian yang berhubungan dari narasi dan animasi disajikan pada waktu yang sama, siswa sangat mungkin untuk membangun representasi mental keduanya di memori dalam waktu yang sama. Dengan demikian siswa sangat mungkin untuk mendapatkan hubungan mental antara representasi verbal dan visual.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusTerimakasih atas tambahan materi yang Anda berikan
Hapussaya ingin menambahkan sedikit, Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
BalasHapusPrinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar.
Terimakasih atas tambahan materi yang Anda berikan
HapusDalam pemilihan media pembelajaran menurut Sanaky, pertimbangan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menjadi pertimbangan utama, karena media yang dipilih harus sesuai dengan:
BalasHapusa. Tujuan pembelajaran.
b. Bahan pelajaran.
c. Metode pengajaran.
d. Tersedia alat yang dibutuhkan.
e. Pribadi pengajar.
f. Minat dan kemampuan siswa.
g. Situasi pengajaran yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Mulyani Sumantri, menggaris bawahi tentang prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran yang layak, yakni sebagai berikut:
a. Media harus berdasarkan pada tujuan pembelajaran dan bahan ajar yang akan disampaikan.
b. Media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.
c. Media harus disesuaikan dengan kemampuan guru, baik dari pengadaannya maupun penggunaannya.
d. Media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat.Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5)
Terimakasih atas tambahan materi yang Anda berikan
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusPembelajaran yang dilaksanakan oleh seseorang yang belajar berlangsung secara terencana, terarah, terkontrol, dan terukur merupakan aktivitas belajar baik. pada pebelajar maupun pembelajar sendiri.Bila diperhatikan dengan seksama maka pembelajar belajar mengenal pebelajar berkenaan dengan karakteristik pebelajar, sedangkan pebelajar belajar sesuai tuntutan kehidupan untuk memperloleh pengalaman belajar mencakup penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kepribadian mulia, dengan ketrampilan yang muatan ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif. Dengan demikian, pembelajar perlu memiliki prinsip-prinsip mendasar dalam pembelajaran bahkan proses belajar mengajar perlu dikembangkan dengan manajemen pengembangan media pembelajaran.
BalasHapus