Pada kelas x pelajaran kimia terbilang baru karena belum pernah dipelajari sebelumnya secara khusus. biasanya materi kimia digabungkan dengan pelajaran IPA terpadu. PAda materi ikatan kimia, terbagi atas 3 bagian yaitu ikatan ion, kovalen dan ikatan logam. Berikut penjelasan tentang ketiga ikatan kimia.
Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenisikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ionlogam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.
Ikatan kovalen terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas (PEB). Ikatan kovalen umumnya terjadi antara atom-atom unsur nonlogam, bisa sejenis (contoh: H2, N2, O2, Cl2, F2,Br2). Senyawa yang hanya mengandung ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.
Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan bersama elektron-elektron valensi antaratomatom logam. Contoh: logam besi, seng, dan perak. Ikatan logam bukanlah ikatan ion atau ikatan kovalen. Salah satu teori yang dikemukakan untuk menjelaskan ikatan logam adalah teori lautan elektron.
Ikatan kovalen terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas (PEB). Ikatan kovalen umumnya terjadi antara atom-atom unsur nonlogam, bisa sejenis (contoh: H2, N2, O2, Cl2, F2,Br2). Senyawa yang hanya mengandung ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.
Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan bersama elektron-elektron valensi antaratomatom logam. Contoh: logam besi, seng, dan perak. Ikatan logam bukanlah ikatan ion atau ikatan kovalen. Salah satu teori yang dikemukakan untuk menjelaskan ikatan logam adalah teori lautan elektron.
untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada link berikut :
https://youtu.be/EDA1LI-ko1E

mengapa anda memilih materi ini untuk digunakan sebagai media pengembangan?
BalasHapuskami memilih materi ini alasanya karena selain medianya mudah untuk dibuat, materi ikatan kimia juga belum banyak dipahami siswa SMA sehingga kami memilih materi ini untuk dijadikan media agar mempermudah siswa memahami..
HapusAssalamualaikum. Saya ingin bertanya. Adakah kendala yang anda alami dalam pembuatan media ini ?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapusbaiklah saya disini mencoba menjawab kendalanya ada pada saat melakukan percobaan dan pemahaman materi yang kurang dikuasai terimkasih
Hapuswaalaikumsalam, pada media yang kami buat ini tidak ada terdapat kendala. karena materinya ckup mudah untuk dibuat sebagai alat peraga.
HapusAssalamualaikum. Saya ingin bertanya. Apakah media yang anda pilih sudah sesuai dengan materi yang anda terapkan ? Terimakasih
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusWaalaikumsalam, menurut saya kesesuaian materi dengan media yang kami gunakan cukup sesuai walaupun ada sedikit materi yang melenceng dari media yang kami buat.
HapusMenurut anda apakah media ini cukup efisien untuk digunakan pada materi yang anda pilih? Mengingat bahwa di setiap tatap muka disekolah memiliki waktu yang terbatas.
BalasHapusMenurut saya cukup efesien pada materi yang kami pilih, walaupun kesesuaian waktunya hanya terbatas.
HapusMenurut saya cukup efesien pada materi yang kami pilih, walaupun kesesuaian waktunya hanya terbatas.
Hapusassalamualaikum . . . selain media yang anda gunakan, apakah ada media yang lainnya ? sebutkan ! terimakasih
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusMenurut saya banyak media yang bisa digunakan contohnya media ppt,prezi, alat peraga, adobeflash,dll
Hapuspenggunaan alat peraga dipilih karena pada dasarnya siswa mengalami kesulitan membayangkan dan mengapresiasi suatu bentuk molekul yang bersifat abstrak menjadi lebih nyata. Kesulitan siswa semakin tinggi, ketika mereka harus menghubungkan rumus-rumus penentuan bentuk suatu molekul kemudian menggambarkannya. Pada dasarnya anak belajar melalui benda/objek konkret. Untuk memahami konsep abstrak, anak-anak memerlukan benda-benda konkret(riil) sebagai perantara atau visualisasinya. Konsep abstrak itu dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. Bahkan orang dewasa pun yang pada umumnya sudah dapat memahami konsep abstrak, pada keadaan tertentu sering memerlukan visualisasi. Belajar anak akan dapat meningkat bila ada motivasi. Karena itu dalam pengajaran diperlukan faktor-faktor yang dapat memotivasi anak belajar, bahkan untuk pengajar. Misalnya : pengajaran supaya menarik, dapat menimbulkan minat, sikap guru dan penilaian baik, suasana sekolah menyenangkan, ada imbalan bagi guru yang baik, dan lain-lain. Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipahami siswa itu akan melekat dan tahan lama bila siswa belajar melalui perbuatan dan dapat dimengerti, bukan hanya mengingat fakta.
BalasHapus